Pasar ekuitas global tertekan pada hari Rabu kemarin menyusul langkah
bank sentral China (PBOC) kembali melemahkan mata uangnya untuk kedua
kali pada Minggu ini. Langkah tersebut membuat yuan terdevaluasi lebih
dalam dari hari sebelumnya dan akibatnya pasar saham China anjlok dan
menekan bursa saham global.
Indeks saham Korea Selatan ditutup mencatatkan pelemahan sebesar 0.6
persen kelevel rendah dalam kurun 2 tahun terakhir yang masih karena
dampak kebijakan bank sentral China mendevaluasi yuan. Aksi jual oleh
investor asing juga masih terus membebani KOSPI yang kemarin melakukan
aksi jual bersih sebanyak $510,5 juta saham.
Langkah PBOC kembali melemahkan nilai tukar yuan mereka pada hari
Rabu membuat bursa saham China turun 1,2%. Sementara bursa saham Hong
Kong mengikuti pergerakan bursa Shanghai China. Indeks Hang Seng ditutup
melemah sebanyak 2,4%. Hang Seng Index (HIS) diprediksi masih berada
dalam tekanan penurunan.
Indeks Nikkei Jepang mengikuti pergerakan bursa saham regional dan
global yang melemah pada Rabu kemarin karena langkah pemerintah China
melemahkan mata uangnya kedua kali pada Minggu ini. Serta kekhawatiran
atas perlambatan ekonomi China karena rilis data ekonomi yang kurang
menggembirakan pada sepekan ini.
Author by Paulswen / Pin BB 2A6066FB
BURUAN REGISTER SINYAL TRADING SIMPRO SEKARANG JUGA CLICK HERE
Testimony Profit Trading :
Training Forex & Emas :
Follow Us On Twitter ;
Informasi Hubungi :
Team Simpro
HP / WA 0813 8072 5502, 0812 1892 0962, 0812 8712 4092
0 komentar:
Posting Komentar